Cara Membuat Anak Betah Di Rumah

Cara Membuat Anak Betah Di Rumah- Mengapa anak Anda tidak betah dirumah?? Sebenarnya banyak hal yang berhubungan dengan masalah ini. Hal ini bisa terjadi karena kurang harmonisnya hubungan antar keluarga dalam rumah, Suasana rumah yang kurang nyaman dan masih banyak lagi masalah lain yang bisa membuat anak tidak betah dirumah. Setelah Anda mengetahui penyebabnya, tentu akan lebih mudah untuk membuat anak Anda lebih betah untuk diam dirumah.

keluarga harmonis

Kalau anak bermain di luar rumah hingga lupa waktu, ada lima sebabnya.

1. Tidak punya jadwal teratur
Anak-anak yang tak terbiasa mempunyai jadwal sejak kecil, akhirnya cenderung menggunakan waktunya sembarangan. Kapan saja ia ingin melakukan sesuatu, langsung dilakukannya tanpa mempertimbangkan hal lain. Kalau ia masih ingin bermain, ia akan terus bermain, tidak peduli belum makan siang, belum mandi, belum mengerjakan PR dan sebagainya.
Solusi: Buat jadwal harian. Kalau ternyata belum mampu, ayah-ibunya bisa membantu membuatkan. Pulang sekolah, ganti baju, makan siang, setelah itu istirahat atau tidur sebentar. Kemudian, bangun tidur, mandi, kalau tidak ada les atau kegiatan di sekolah, boleh main 1-2 jam, setelah itu mengerjakan PR atau tugas sekolah. Jadwal yang teratur dan dilakukan terus menerus akan membuat anak terbiasa. Jangan bosan mengingatkan sekiranya ada yang dilanggar.

2. Tidak ada kegiatan yang diminati
Ketiadaan kegiatan atau hobi yang diminati membuat anak menghabiskan waktunya hanya untuk bermain.
Solusi: Orangtua harus jeli melihat dan mengarahkan bakat atau minat anak. Kalau anak terlihat berminat pada sepakbola atau musik, fasilitasi untuk ikut klub sepakbola atau masuk sekolah musik. Kegiatan yang terorientasi seperti ini lebih bermanfaat, minatnya tersalurkan dengan cara yang tepat.

3. Kurangnya komunikasi yang baik
Anak-anak yang komunikasinya kurang bagus dengan orangtua memiliki kecenderungan untuk selalu bermain di luar rumah. Orangtua yang selalu menyalahkan anak, mengkritik, melarang, dan sebagainya atau orangtua yang selalu bertengkar, ini akan membuat anak merasa tidak betah, begitu ada kesempatan ke luar, ia akan menggunakannya. Bahayanya, kalau anak merasa lebih bahagia di luar rumah, ia bisa terjerumus pada pergaulan tak sehat bahkan narkoba.
Solusi: Coba lakukan pendekatan pada anak, saat santai ajak bicara mengapa ia selalu ingin bermain di luar rumah. Jadikan obrolan ini sebagai perbincangan santai, jangan menyalahkan atau menyudutkan anak. Kalau sampai tercetus ia tidak betah dengan situasi rumah, jangan langsung marah, segera introspeksi diri, lakukan perbaikan-perbaikan supaya anak kembali merasa betah. Bila perlu libatkan ahli, dalam hal ini psikolog, untuk membantu mencarikan jalan keluar.

4. Karakter anak mendukung
Beberapa karakter tertentu, seperti, anak-anak dengan kecerdasan kinestetik, umumnya tidak bisa disuruh diam di rumah, ia menyukai kegiatan di lapangan luas. Jadi kesannya seperti ingin selalu main di luar.
Solusi: Pilihkan kegiatan yang bermanfaat untuk mengatasi kelebihannya itu. Seperti dengan mendaftarkannya di klub olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Jangan sampai karena orangtua tidak menyadari hal ini, yang ada setiap hari justru berantem dengan anak, karena merasa si anak terus saja bermain di luar rumah, tidak mau belajar, dan sebagainya.

5. Tidak ada teman di rumah
Anak yang selalu sendirian di rumah, tapi tinggal di lingkungan di mana banyak anak sebaya dengannya, cenderung lebih mudah tergoda untuk bermain bersama. Setiap pulang sekolah atau sore hari ia mendengar anak-anak lain ramai bermain di luar rumah, mau tak mau ia pun ikut bermain.
Solusi: Melarang anak ke luar rumah sama sekali jelas bukan pilihan bijak. Sebaiknya berikan aturan atau batasan yang jelas, berapa lama boleh bermain, hari apa saja, kombinasikan dengan solusi lain seperti mengikutkan les atau memasukkan ke klub.

Ketahuilah bahwa perhatian dari orangtua kepada anaknya itu sangat mempengaruhi perilakunya. Untuk itu, Anda harus bisa menunjukkan kasih sayang kepada si anak dan memberikan kenyamanan untuknya.

Jika si anak sudah merasa nyaman, maka bisa membuatnya jadi betah berada di rumah. Selain itu, ada hal lain yang harus Anda lakukan agar membuat si anak jadi betah di rumah. Apa saja? berikut cara mudah agar anak betah di rumah:

1. Menciptakan keharmonisan keluarga Keharmonisan dalam sebuah keluarga bisa mempengaruhi cara anak bersikap dan perkembangan mentalnya. Jika kehidupan keluarga selalu harmonis dan saling memperhatikan, maka bisa membuat si anak merasa nyaman. Ketika sudah merasa nyaman, si anak juga jadi betah berada di rumah dan menghargai orangtuanya.

2. Menata rumah senyaman mungkin Selain kehidupan keluarga yang nyaman, penataan rumah yang nyaman juga bisa membuat si anak merasa betah di rumah. Untuk itu, cobalah tata rumah Anda sebaik mungkin mengenai tata letak barang elektronik, furniture, dan lain sebagainya demi kebaikan si anak. Bila perlu, tanyakan pada anak bagaimana tata letak yang menurutnya nyaman.

3. Menjadi orangtua yang aktif Cara lain untuk membuat si anak betah di rumah adalah dekat dengan si anak. Sebagai orangtua yang baik, Anda perlu memahami perkembangan anak dari waktu ke waktu dan menyesuaikan kebutuhannya dengan usianya. Jangan memperlakukan anak seperti boneka yang harus menuruti semua perkataan orangtuanya.

4. Bisa menjadi teman bagi si anak Orangtua yang baik bukan hanya bisa memberikan segala kebutuhan si anak. Namun, Anda juga harus mau berbagi dengan si anak. Di saat si anak sedang sedih atau senang, Anda harus bisa memancingnya agar dia mau bercerita. Jadilah orangtua yang bisa menjadi teman atau sahabat untuknya. Dengan begitu, si anak akan merasa nyaman dan lebih menghargai Anda sebagai orangtuanya.

5. Tidak menjadi orangtua yang otoriter Para orangtua sebaiknya tidak bersifat diktator atau otoriter dalam menyampaikan keinginan dan harapannya. Ajak ngobrol si anak atau melakukan hobi si anak bersama-sama sehingga si anak meraya nyaman. Ketahuilah bahwa besifat diktator hanya akan membuat si anak merasa tertekan dan tidak betah di rumah.

6. Memberikan si anak kamar pribadi Biasanya anak-anak yang memasuki usia balita akan sangat senang untuk menempelkan gambar atau mencoret-coret dinding. Bukan suatu hal yang buruk, justru ini wajar dan sangat normal bagi seorang anak. Ketahuilah bahwa setiap anak memiliki daya khayal dan impian yang berbeda-beda. Untuk itiu, berikanlah si anak kamar untuk dijadikan tempat curahan isi hatinya. Biarkan si anak menata kamarnya sesuka hatinya.

7. Selalu ada untuk anak Sebagai orangtua, Anda harus menjadi orangtua yang siaga. Artinya, selalu ada untuk anak. Saat si anak kesulitan mengerjakan pekerjaan rumahnya, Anda harus siap membantunya. Sementara jika si anak sedang merasa sedih, maka Anda juga harus menenangkannya dan membuatnya kembali senang.

Demikian Cara Membuat Anak Betah Di Rumah, semoga anak anda menjadi betah dirumah setelah anda membaca artikel di atas, semoga bermanfaat.

Cara Membuat Anak Betah Di Rumah | Budi S | 4.5